berita/block-1
MUSLIMAT NU
MUSLIMAT NU/block-5
GP ANSOR NU
GP ANSOR NU/block-6
FATAYAT NU
FATAYAT NU/block-6
IPNU
IPNU/block-6
IPPNU
IPPNU/block-6
PMII
PMII/block-6
PS PAGAR NUSA
PS PAGAR NUSA/block-6
ISNU
ISNU/block-6
PERGUNU
PERGUNU/block-6
SARBUMUSI
SARBUMUSI/block-8
JQH
JQH/block-8
LDNU
LDNU/block-5
LP MA’ARIF NU
LP MA’ARIF NU/block-2
RMINU
RMINU/block-2
LPNU
LPNU/block-2
LPPNU
LPPNU/block-2
LKKNU
LKKNU/block-2
LAKPESDAM NU
LAKPESDAM NU/block-2
LPBHNU
LPBHNU/block-5
LESBUMI NU
LESBUMI NU/block-2
LAZISNU
LAZISNU/block-2
LWPNU
LWPNU/block-2
LBMNU
LBMNU/block-2
LTMNU
LTMNU/block-2
LKNU
LKNU/block-2
LFNU
LFNU/block-2
LTNNU
LTNNU/block-2
LPBI NU
LPBI NU/block-2
LKQNU
LKQNU/block-2
LPKPNU
LPKPNU/block-5
KATEGORI
FATAYAT NU
(6)
GP ANSOR NU
(23)
IPNU
(6)
IPPNU
(6)
ISNU
(5)
JPPNU
(1)
JQH
(3)
JRA
(1)
KBRA
(1)
LAKPESDAM NU
(16)
LAZISNU
(19)
LBMNU
(10)
LDNU
(39)
LESBUMI NU
(4)
LFNU
(12)
LKKNU
(1)
LKNU
(2)
LKQNU
(2)
LP MA’ARIF NU
(3)
LPBHNU
(2)
LPBI NU
(4)
LPKPNU
(2)
LPNU
(3)
LPPNU
(5)
LTMNU
(3)
LTNNU
(31)
LWPNU
(4)
MUSLIMAT NU
(3)
PERGUNU
(5)
PMII
(3)
PS PAGAR NUSA
(4)
RMINU
(7)
SARBUMUSI
(3)
berita
(220)
Daftar Link
Postingan Populer
-
1. Judul Resensi Buku : “ Mengulik Rekam Jejak Sang Inspirator Syaikhona Kholil Bangkalan” 2. Data Buku Judul Buk...
-
Lombok Barat, NU Online KH Ahmad Muwafiq menyampaikan bahwa Islam disebarkan para ulama ke Nusantara dengan memperhatikan bu...
-
Ketua Umum PBNU Prof dr KH Said Aqil Siradj M,A. hadir pada acara Halaqah Kebangsaan dan Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama ...
-
Duet Kiai Ulil dan H Asyrofi pimpin NU Kudus Kudus, NU Online Pasangan KH Ulil Albab Arwani dan H Asyrofi Masyito oleh pese...
-
Kudus, NU Online Tanggal 3 Maret kemarin, H Asyrofi Masyito terpilih menjadi Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupa...
-
PCNU Kudus, Jateng Kudus, NU Online Nahdlatul Ulama (NU) memiliki empat kekuatan yakni berupa akidah Ahlussunnah wal Jamaah (...
-
Khutbah I الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَا...
-
Menegaskan Makna Puasa Oleh: Ahmad Fatah Puasa Ramadhan adalah salah satu pilar dalam Islam. Sebagai salah satu rukun Islam, puasa m...
-
Khutbah I اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ جَعَلَ الْاِسْلَامَ طَرِيْقًا سَوِيًّا، وَوَعَدَ لِلْمُتَمَسِّكِيْنَ بِهِ وَيَ...
Popular Posts
-
1. Judul Resensi Buku : “ Mengulik Rekam Jejak Sang Inspirator Syaikhona Kholil Bangkalan” 2. Data Buku Judul Buk...
-
Lombok Barat, NU Online KH Ahmad Muwafiq menyampaikan bahwa Islam disebarkan para ulama ke Nusantara dengan memperhatikan bu...
-
Ketua Umum PBNU Prof dr KH Said Aqil Siradj M,A. hadir pada acara Halaqah Kebangsaan dan Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama ...
-
Duet Kiai Ulil dan H Asyrofi pimpin NU Kudus Kudus, NU Online Pasangan KH Ulil Albab Arwani dan H Asyrofi Masyito oleh pese...
-
Kudus, NU Online Tanggal 3 Maret kemarin, H Asyrofi Masyito terpilih menjadi Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupa...
-
PCNU Kudus, Jateng Kudus, NU Online Nahdlatul Ulama (NU) memiliki empat kekuatan yakni berupa akidah Ahlussunnah wal Jamaah (...
-
Khutbah I الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَا...
-
Menegaskan Makna Puasa Oleh: Ahmad Fatah Puasa Ramadhan adalah salah satu pilar dalam Islam. Sebagai salah satu rukun Islam, puasa m...
-
Khutbah I اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ جَعَلَ الْاِسْلَامَ طَرِيْقًا سَوِيًّا، وَوَعَدَ لِلْمُتَمَسِّكِيْنَ بِهِ وَيَ...
Featured Posts
randomposts4
Latest Articles
LTN NU
-
April 10, 2026
Edit this post
Kudus — Dari sebuah ruang ibadah di kota yang sarat sejarah Islam Nusantara, gema doa kembali mengalun melampaui batas geografis dan politik global. Di Masjid Baitul Muqaddas Kudus, pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Tenggeles, Mejobo, Jumat (10/04/2026), tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga ruang spiritual yang menghubungkan Kudus dengan Baitul Maqdis di Palestina.
Di tengah dinamika konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina, doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan warga Gaza serta perdamaian di Tanah Suci. Suasana khidmat mengiringi rangkaian acara yang dihadiri tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama Kudus.
Acara dipimpin oleh Wakil Katib Syuriah PCNU Kudus, Dr. KH. Sofiyan Hadi, Lc., MA. yang juga membaiat dan melantik jajaran pengurus ranting. Hadir pula Ketua PCNU Kudus H. Fajar Nugroho, S.Pt. serta Sekretaris PCNU Kudus Dr. H. Nur Said, S.Ag., MA., M.Ag. yang menegaskan pentingnya kesadaran kemanusiaan global berbasis nilai-nilai keislaman. Hadir juga memimpin prosesi acara pelantikan Ali Imron, M.Pd, Wakil Sekretaris PCNU Kudus sehingga acara berjalan lancar.
Dalam keterangannya, Sekretaris PCNU Kudus, Nur Said menegaskan bahwa perhatian terhadap Palestina bukan sekadar isu geopolitik, melainkan bagian dari panggilan moral dan keadilan universal dalam Islam.
“Perhatian terhadap kemerdekaan Palestina penting bukan hanya karena prinsip hak asasi manusia, tetapi juga karena nilai keadilan dalam Islam yang menolak segala bentuk penjajahan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa relasi historis dan kultural antara Kudus dan Al-Quds memiliki akar yang kuat sejak era Sunan Kudus. Spirit keterhubungan itu terus berlanjut dalam sejarah kebangsaan Indonesia, termasuk pada masa Soekarno hingga Abdurrahman Wahid bahkan hingga Presedian berikutnya hingga sekarang era Presiden Prabowo Subiyanto.
Menurutnya, penyebutan “Baitul Muqaddas” pada masjid di Kudus bukan sekadar penamaan simbolik, melainkan refleksi keterhubungan batin antara masyarakat Kudus dengan pusat spiritual umat Islam di Yerusalem.
Doa yang diawali dengan tahlil oleh Abdurrahman tersebut menjadi penutup rangkaian acara yang sarat makna spiritual dan solidaritas kemanusiaan.
Doa puncak dipanjatkan oleh Sofiyan Hadi yang memimpin langsung permohonan untuk kedamaian Baitul Maqdis di Palestina. Suasana haru menyelimuti jamaah saat doa dipanjatkan untuk keselamatan, kemenangan, dan kedamaian umat Islam di wilayah konflik.
Momentum ini menegaskan bahwa dari ruang-ruang lokal seperti Masjid Baitul Muqaddas Kudus, kesadaran global dapat tumbuh dan menguat. Bahwa penderitaan di Palestina bukan hanya isu jauh di Timur Tengah, tetapi juga panggilan nurani yang dirasakan hingga ke akar rumput di Nusantara.
Di tengah dunia yang kerap terfragmentasi oleh batas politik, suara dari Kudus menghadirkan pesan sederhana namun dalam: bahwa satu nama dapat menjadi jembatan makna, dan satu doa dapat menghubungkan desa dengan dunia—dari Kudus menuju Baitul Maqdis, dari lokal menuju kemanusiaan global.
LTN NU
-
April 01, 2026
Edit this post
Kudus – Nahdlatul Ulama (NU) kembali menegaskan perannya sebagai kekuatan moral dunia. Dari forum Halalbihalal PCNU Kudus hingga panggung diplomasi internasional, NU menyuarakan pesan tegas: perang harus dihentikan, dan peradaban harus dibangun di atas nilai kemanusiaan, (Rabu 1 April 2026).
Dalam momentum Halalbihalal, Ketua PCNU Kudus, Drs. HM. Asyrofi Masyito, menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi sebagai fondasi utama gerakan. Menurutnya, semangat saling memaafkan harus dilanjutkan dengan penguatan khidmah demi mewujudkan khoira ummah.
“Soliditas adalah kekuatan. Dari sinilah NU bisa terus hadir memberi manfaat, tidak hanya untuk umat, tetapi juga untuk bangsa dan dunia,” tegasnya.
Pesan ini sejalan dengan pandangan Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, yang mengingatkan agar NU tidak abai terhadap isu-isu strategis, termasuk krisis lingkungan dan tantangan peradaban global. Ia menekankan pentingnya gerakan berbasis akar rumput seperti santri tani sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kehidupan.
Sementara itu, KH M. Ulil Albab Arwani mengajak warga NU untuk terus menghidupkan tradisi keagamaan di masjid, pesantren, dan musholla, termasuk kegiatan lailatul ijtima’, sebagai pusat penguatan spiritual dan sosial.
Menurut Dr. H. Nur Said, M.A., M.Ag., Sekretaris PCNU Kudus, acara ini digelar sederhana dengan mengundang jajaran PCNU Kudus, Pengurus Lembaga, Banom dan jajaran Pengurus MWCNU se-Kabupaten Kudus karena keterbatasan ruang. Namun meskipun sederhana diharapkan mampu memberikan pesan dari Kudus mulai dari isu-isu lokal hingga perdamaian dunia.
Dari Kudus ke Diplomasi Global
Apa yang menguat di tingkat lokal ini ternyata selaras dengan langkah strategis Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di tingkat internasional. Dalam beberapa waktu terakhir, PBNU aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak global, termasuk perwakilan Amerika Serikat, Iran, dan Arab Saudi.
NU menyampaikan aspirasi tegas agar konflik global segera dihentikan. Eskalasi perang dinilai telah melampaui batas kemanusiaan, dengan dampak yang tidak hanya dirasakan negara-negara konflik, tetapi juga merembet ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Krisis kemanusiaan, instabilitas ekonomi, hingga ancaman terhadap ketahanan global menjadi alasan kuat mengapa NU mengambil peran aktif dalam diplomasi perdamaian.
Jejak Spirit Al-Quds dalam Sejarah Kudus
Menariknya, seruan global dari Kudus ini memiliki akar historis yang mendalam. Nama Kudus diyakini memiliki keterkaitan simbolik dengan Al-Quds atau Baitul Maqdis di Palestina—kota suci yang menjadi pusat spiritual dunia.
Jejak ini diperkuat oleh kiprah Sunan Kudus, yang dikenal dengan pendekatan dakwah kultural dan penuh kedamaian. Melalui metode yang kini dapat disebut sebagai spiritual healing, Sunan Kudus mengajarkan Islam dengan pendekatan yang merangkul budaya lokal, menciptakan harmoni tanpa konflik.
Warisan ini menjadikan Kudus bukan sekadar kota, tetapi simbol peradaban damai—miniatur nilai Al-Quds dalam konteks Nusantara.
Menyatukan Lokal dan Global
Dari penguatan tradisi di tingkat akar rumput hingga diplomasi global, NU menunjukkan bahwa kekuatan besar lahir dari fondasi yang kokoh. Soliditas organisasi, kesadaran ekologis, dan penguatan spiritual menjadi energi yang mendorong NU tampil di panggung dunia.
Seruan perdamaian yang disampaikan NU bukan sekadar wacana, tetapi cerminan dari nilai yang telah lama hidup dalam tradisi Islam Nusantara.
Di tengah dunia yang dilanda konflik, NU hadir membawa pesan yang jernih: kemanusiaan harus menjadi prioritas utama.
Dari Kudus-yang mewarisi spirit Al-Quds-hingga forum internasional, NU menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penjaga perdamaian dan peradaban.
LTN NU
-
Maret 29, 2025
Edit this post
Kudus, 28 Maret 2025 – Menjelang Idul Fitri 1446 H, Lembaga Ta’lif
wan Nasyr Nahdathul Ulama PCNU (LTNNU PCNU) Kudus bekerja sama dengan Pengurus
Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCINU) Turki mengadakan diskusi daring
bertajuk Diskusi Ramadhan Menyambut Idul Fitri 1446 H: Peluang dan Tantangan
Hubungan Indonesia – Turki di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Acara ini
berlangsuang pada Jumat malam, 29 Ramadhan 1446 H (28 Mei 2025) melalui Zoom
Meeting.
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur pengurus NU, termasuk Pengurus Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Kudus, Pengurus lembaga-lembaga PCNU Kudus, serta badan otonom seperti Muslimat NU, GP Anshor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU dan PMII. Selain itu, para pengurus lembaga pendidikan seperti PERGUNU, LP Ma'arif NU, RMI NU, LAKPESDAM NU, ISNU, serta pimpinan sekolah, madrasah, dan pesantren turut serta dalam diskusi ini. Tidak ketinggalan, pelajar, mahasiswa, santri, dan kader NU dari berbagai tingkatan juga ikut meramaikan acara ini.
Dr. KH. Kisbiyanto, M.Pd. selaku Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kudus menyampaikan kultur dan kebudayaan di Negara Turki hampir sama dengan Indonesia, ini sangat selaras dengan amaliyah aswaja yang selalu diamalkan.
Dalam sambutannya, beliau menjelaskan sangat mendukung ketika ada para pelajar NU yang akan melanjutkan studi ke Turki. Beliau pernah berkunjung ke Turki dan bertemu dengan para pelajar dari Indonesia yang sedang melaksankan studi lanjutan di sana.
Moh. Munirudin, B.A., selaku narasumber yang menjabat sebagai Ketua PCINU Turki dan CEO Kampus Global Edukasi, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, beliau menyoroti berbagai aspek kerja sama antara Indonesia dan Turki dalam dunia pendidikan dan kebudayaan, termasuk peluang beasiswa, pertukaran pelajar, serta kolaborasi antar lembaga Pendidikan di kedua negara.
“Berbagai program beasiswa pendidikan yang ditawarkan dapat menjadikan salah satu pilihan untuk melanjurkan studi ke Turki,” terang beliau.Dalam paparannya, beliau menekankan untuk berhati-hati ketika ada yang menawarkan beasiswa ke turki namun tidak berlesensi remi. Ini akan merugikan banyak orang, terlebih bagi para calon peserta yang ingin studi lanjut ke Turki.
KH. Muhammad Agus Yusrun Nafi', S.Ag., M.SI, Ketua LTNNU PCNU Kudus, menyampaikan diskusi ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Turki dalam pengembangan pendidikan Islam serta memperluas wawasan akademik bagi para peserta.
Beliau menyampaikan dengan terselenggaranya diskusi ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai prospek kerja sama Indonesia-Turki dalam pendidikan dan kebudayaan serta mengambil manfaat dari peluang yang tersedia di masa mendatang.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kudus, Drs. KH. M. Asyrofi Masyitho, dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme peserta yang hadir dan berharap acara seperti ini dapat berlanjut secara berkesinambungan.
“Kegiatan ini menjadi gambaran umum untuk
para pelajar NU yang akan melanjutkan pendidikan ke kancah internasional,”
terang beliau. Lebih lanjut beliau menjelaskan, kesempatan untuk memahami
bagaimana kondisi real proses pendidikan di sana. Sehingga kegiatan ini sangat
Langganan:
Komentar
(
Atom
)
Categories
Stay Connected
Most Reading
-
1. Judul Resensi Buku : “ Mengulik Rekam Jejak Sang Inspirator Syaikhona Kholil Bangkalan” 2. Data Buku Judul Buk...
-
Lombok Barat, NU Online KH Ahmad Muwafiq menyampaikan bahwa Islam disebarkan para ulama ke Nusantara dengan memperhatikan bu...
-
Ketua Umum PBNU Prof dr KH Said Aqil Siradj M,A. hadir pada acara Halaqah Kebangsaan dan Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama ...
-
Duet Kiai Ulil dan H Asyrofi pimpin NU Kudus Kudus, NU Online Pasangan KH Ulil Albab Arwani dan H Asyrofi Masyito oleh pese...
-
Kudus, NU Online Tanggal 3 Maret kemarin, H Asyrofi Masyito terpilih menjadi Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupa...
-
PCNU Kudus, Jateng Kudus, NU Online Nahdlatul Ulama (NU) memiliki empat kekuatan yakni berupa akidah Ahlussunnah wal Jamaah (...