Kudus, 28 Maret 2025 – Menjelang Idul Fitri 1446 H, Lembaga Ta’lif
wan Nasyr Nahdathul Ulama PCNU (LTNNU PCNU) Kudus bekerja sama dengan Pengurus
Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCINU) Turki mengadakan diskusi daring
bertajuk Diskusi Ramadhan Menyambut Idul Fitri 1446 H: Peluang dan Tantangan
Hubungan Indonesia – Turki di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Acara ini
berlangsuang pada Jumat malam, 29 Ramadhan 1446 H (28 Mei 2025) melalui Zoom
Meeting.
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur pengurus NU, termasuk Pengurus Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Kudus, Pengurus lembaga-lembaga PCNU Kudus, serta badan otonom seperti Muslimat NU, GP Anshor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU dan PMII. Selain itu, para pengurus lembaga pendidikan seperti PERGUNU, LP Ma'arif NU, RMI NU, LAKPESDAM NU, ISNU, serta pimpinan sekolah, madrasah, dan pesantren turut serta dalam diskusi ini. Tidak ketinggalan, pelajar, mahasiswa, santri, dan kader NU dari berbagai tingkatan juga ikut meramaikan acara ini.
Dr. KH. Kisbiyanto, M.Pd. selaku Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kudus menyampaikan kultur dan kebudayaan di Negara Turki hampir sama dengan Indonesia, ini sangat selaras dengan amaliyah aswaja yang selalu diamalkan.
Dalam sambutannya, beliau menjelaskan sangat mendukung ketika ada para pelajar NU yang akan melanjutkan studi ke Turki. Beliau pernah berkunjung ke Turki dan bertemu dengan para pelajar dari Indonesia yang sedang melaksankan studi lanjutan di sana.
Moh. Munirudin, B.A., selaku narasumber yang menjabat sebagai Ketua PCINU Turki dan CEO Kampus Global Edukasi, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, beliau menyoroti berbagai aspek kerja sama antara Indonesia dan Turki dalam dunia pendidikan dan kebudayaan, termasuk peluang beasiswa, pertukaran pelajar, serta kolaborasi antar lembaga Pendidikan di kedua negara.
“Berbagai program beasiswa pendidikan yang ditawarkan dapat menjadikan salah satu pilihan untuk melanjurkan studi ke Turki,” terang beliau.Dalam paparannya, beliau menekankan untuk berhati-hati ketika ada yang menawarkan beasiswa ke turki namun tidak berlesensi remi. Ini akan merugikan banyak orang, terlebih bagi para calon peserta yang ingin studi lanjut ke Turki.
KH. Muhammad Agus Yusrun Nafi', S.Ag., M.SI, Ketua LTNNU PCNU Kudus, menyampaikan diskusi ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Turki dalam pengembangan pendidikan Islam serta memperluas wawasan akademik bagi para peserta.
Beliau menyampaikan dengan terselenggaranya diskusi ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai prospek kerja sama Indonesia-Turki dalam pendidikan dan kebudayaan serta mengambil manfaat dari peluang yang tersedia di masa mendatang.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kudus, Drs. KH. M. Asyrofi Masyitho, dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme peserta yang hadir dan berharap acara seperti ini dapat berlanjut secara berkesinambungan.
“Kegiatan ini menjadi gambaran umum untuk
para pelajar NU yang akan melanjutkan pendidikan ke kancah internasional,”
terang beliau. Lebih lanjut beliau menjelaskan, kesempatan untuk memahami
bagaimana kondisi real proses pendidikan di sana. Sehingga kegiatan ini sangat
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.